Ibn Khaldun's Thoughts on Islamic Educational Governance: Uniting Science and Ethics in Leadership Practice

Penulis

  • Mokhamad Yaurizqika Hadi Institut Agama Islam At Taqwa Bondowoso, Indonesia
  • Dhea Queenta Auliya Institut Agama Islam At Taqwa Bondowoso, Indonesia
  • Su’ud Intan Institut Agama Islam At Taqwa Bondowoso, Indonesia
  • Masaayu Huril Ain Kuni Afifah Institut Agama Islam At Taqwa Bondowoso, Indonesia

Kata Kunci:

Ibn Khaldun, Islamic educational management, ethical leadership, integration of knowledge and morality

Abstrak

This study examines Ibn Khaldun's ideas on Islamic educational management, focusing on the integration of knowledge and morality in educational leadership. Employing a qualitative approach through literature review, this research analyzes Ibn Khaldun's monumental work, the Muqaddimah, along with relevant secondary sources. The findings reveal that Ibn Khaldun viewed education as a process of holistic human development, balancing intellectual, moral, and spiritual dimensions. In the context of educational leadership, he emphasized moral exemplars, justice, and ethical responsibility as foundational principles. These ideas remain highly relevant for contemporary Islamic education, particularly in addressing the value crisis and the dichotomy between cognitive achievement and character formation. The integration of knowledge and ethics, as formulated by Ibn Khaldun, serves as an essential foundation for developing a comprehensive and sustainable model of Islamic educational management.

Abstrak

Penelitian ini mengkaji pemikiran Ibn Khaldun tentang manajemen pendidikan Islam, dengan fokus pada integrasi ilmu pengetahuan dan moralitas dalam kepemimpinan pendidikan. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis karya monumental Ibn Khaldun, yaitu Muqaddimah, beserta berbagai sumber sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Khaldun memandang pendidikan sebagai proses pembentukan manusia secara holistik, mencakup dimensi intelektual, moral, dan spiritual secara seimbang. Dalam konteks kepemimpinan pendidikan, ia menekankan keteladanan moral, keadilan, dan tanggung jawab etis sebagai prinsip utama. Pemikiran ini tetap relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam kontemporer, terutama krisis nilai dan dikotomi antara pencapaian kognitif dengan pembentukan karakter. Integrasi ilmu dan etika yang dirumuskan Ibn Khaldun menjadi landasan penting bagi pengembangan model manajemen pendidikan Islam yang komprehensif dan berkelanjutan.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-06-09