Teungku: Jurnal Islam Pesantren, Pendidikan dan Sosial
https://jurnal.staidarulhikmah.ac.id/index.php/jip
<p data-path-to-node="1"><strong>Teungku: Jurnal Islam Pesantren, Pendidikan dan Sosial</strong> E-ISSN: <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN-L/2962-3146">2962-3146</a> merupakan jurnal ilmiah dengan sistem peninjauan sejawat ganda tertutup (<em data-path-to-node="1" data-index-in-node="156">double-blind peer-reviewed</em>) yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Hikmah Aceh Barat, Aceh, Indonesia.</p> <p data-path-to-node="2">Jurnal ini mempublikasikan artikel penelitian, artikel konseptual, dan resensi buku mengenai Studi Islam Pesantren, Pendidikan, dan Sosial secara umum. Artikel-artikel dalam jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Juni dan Desember.</p>Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Hikmah Aceh Baratid-IDTeungku: Jurnal Islam Pesantren, Pendidikan dan Sosial2962-3146Fenomena dan Dinamika Perkembangan Ilmu Tasawuf di Aceh
https://jurnal.staidarulhikmah.ac.id/index.php/jip/article/view/1
<p>Aceh memainkan peranan yang sangat penting dalam penyebaran Islam di Nusantara, terutama dalam penyebaran tasawuf dan Tarekat. Dalam perkembangan zaman, dan waktu dengan adanya kebijakan otonomi daerah Aceh salah satunya penerapan syariat Islam di Aceh yang diperkuat dengan regulasi hukum. Pasal 125 angkat (1) Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh.“Syariat Islam yang dilaksanakan di Aceh meliputi aqidah, syar’iyah dan akhlak. syariat Islam yang dilaksanakan di Aceh hanya masih sebatas permasalaan syar’iyah, namun masih kurang dalam kajian dan pengembangan dibidang aqidah dan akhlak. Oleh karena itu kehadiran Majelis Pengkajian Tauhid dan Tasawuf bertujuan mengembalikan kodisi ajaran Islam yang sebenarnya, sesuai apa yang telah diperintahkan Allah dan Rasul-Nya mengenai larangan-Nya, baik dalam tataran zahir dan bathin. Terutama dalam memperkokoh aqidah, dan memperbagus akhlak. Pentingnya Ilmu Tauhid dan Tasawuf tidak lain untuk mengetahui segala yang membatalkan pahala amal ibadah seperti riya, sum’ah, ujub, takabur dan sebagainya yang dicela oleh syariat. Kehadiran Majelis Pengkajian Tauhid dan Tasawuf di Aceh tidak terlepas dari berbagai respon yang negatif dari sebagian ulama-ulama pesantren Aceh, namun demikian pada perkembanganya Majelis Pengkajian Tauhid dan Tasawuf telah mengalami perkembangan yang pesat dan diterima diberbagai lapisan masyarakat Aceh, kemajuan Majelis Pengkajian Tauhid dan Tasawuf juga telah tersebar diberbagai wilayah di Indonesia.</p>Budi Handoyo
Hak Cipta (c) 2022 Teungku :Jurnal Islam Pesantren, Pendidikan dan sosial
2022-08-112022-08-1111Melacak Relasi Hukum, Pendidikan, dan Politik: Studi Peradaban Era Bani Abbasyiah
https://jurnal.staidarulhikmah.ac.id/index.php/jip/article/view/2
<p><em>Studi ini menjelaskan tentang relasi hukum, pendidikan, dan politik era peradaban Bani Abbasyiah yang berhasil mencapai masa keemasannya. Peradaban Bani Abbasyiah pantas dibaca kembali guna meletakkan spirit dan pengalaman peradaban dunia pada saat itu ke dalam kontek kekinian. Peradaban tidak terlepas dari perhatian pada penegakan hukum yang berkeadilan, dorongan pada pengembangan ilmu pengetahuan, dan juga kemauan politik (political will) yang berpihak pada kepentingan masyarakat secara merata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan historis, sumber data diambil dari data-data sekunder seperti buku dan junal, kemudian disintesis menjadi kesimpulan-kesimpulan. Hasil dari penelitian ini pertama, peradaban hukum pada masa Bani Abbasyiah mengalami perkembangan dimana perangkat penegakan hukum dibentuk dan lengkap, dan dalam pengambilan keputusan selalu mempertimbangkan pendapat fukaha. Kedua, bidang pendidikan juga mengalami perkembangan yang sangat hebat, seluruh buku-buku diterjemahkan dalam berbagai bahasa, perangkat pendidikan disesuaikan dengan perkembangan zaman (bertransformasi). Ketiga, perkembangan politik juga sangat baik. Relasi ketiga hal yang dapat disebut sebgai peradaban tersebut (hukum, pendidikan, dan politik) adalah kekuatan politik ditopang oleh dua kekuatan besar yaitu hukum dan pendidikan, sehingga ketiganya saling berkelindan untuk meneruskan stabilitas sistem Bani Abbasyiah.</em></p>M. Ikhwan
Hak Cipta (c) 2022 Teungku :Jurnal Islam Pesantren, Pendidikan dan sosial
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
2022-08-112022-08-1111Literasi Digital Masyarakat Aceh dalam Menggunakan Media Sosial Terhadap Isu-Isu Radikalisme
https://jurnal.staidarulhikmah.ac.id/index.php/jip/article/view/3
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana literasi digital khalayak Aceh dalam konteks isu radikalisme dalam menggunakan media sosial. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep literasi digital dan undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan melakukan survei online terhadap 200 informan sebagai pengguna aktif media sosial dengan latar belakang berbeda. Hasil penelitian menggambarkan bahwa keterampilan literasi digital pengguna media sosial di Aceh cukup baik terutama dalam penggunaan media sosial, memahami fitur media, dan mengevaluasi informasi. Di sisi lain, menggambarkan tingkat kekritisan dan reproduksi konten yang cenderung moderat, serta tingkat pemahaman konteks isu radikalisme yang masih terbatas. Dari sisi hukum, UU ITE harus diterapkan sebagai bagian dari pemerintah untuk melindungi pengguna media sosial dari paparan radikalisme.</em></p>Putri MaulinaRaudhatun NafisahRachmatika Lestari
Hak Cipta (c) 2022 Teungku :Jurnal Islam Pesantren, Pendidikan dan sosial
2022-08-112022-08-1111Kemampuan Problem Solving Pada Anak Usia Dini Melalui Bermain Pola (Pattern) di Paud Arrasyid Kajhu Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar
https://jurnal.staidarulhikmah.ac.id/index.php/jip/article/view/4
<p><em>Salah satu kemampuan yang harus dikembangkan sejak usia dini adalah kemampuan problem solving. Dengan kemampuan ini anak dapat mengembangkan kemampuan berpikir dalam pemecahan masalah. Kemampuan problem solving ini bertujuan untuk mengatasi suatu persoalan mereka dalam mengatasi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan problem solving bakaitan dengan bagaimana anak berpikir, memahami, mengingat, kemampuan memecahkan masalah dan membuat suatu keputusan. Fokus dalam penelitian ini adalah analisis kemampuan problem solving anak dalam bermain pola. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan problem solving anak usia dini. Desain Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis desain tematik pengumpulan data, seleksi data, menyajikan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan kemampuan problem solving pada anak usia dini melalui bermain pola yaitu bermain pola warna anak sudah mampu mengamati, bereksperimen, membandingkan, dan mengkomunikasi kepada guru dan teman sebaya ketika terjadi sebuah permasalahan yang dihadapi pada saat bermain. Rekomendasi untuk guru dalam kemampuan problem solving pada anak, guru menciptakan media yang menarik untuk anak sehingga pembelajaran di kelas jadi lebih efektif dan anak merasa lebih tertarik ketika mengikuti pembelajaran, guru harus menciptakan situasi yang dapat meningkatkan sikap, minat, dan motivasi. Guru hendaknya mampu menciptakan strategi pembelajaran agar anak tidak mudah bosan dalam proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.</em></p>Adelfa Yuriansa
Hak Cipta (c) 2022 Teungku :Jurnal Islam Pesantren, Pendidikan dan sosial
2022-08-112022-08-1111Mengembangkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Bermain Pola di TK IT Azkia Cadek Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar
https://jurnal.staidarulhikmah.ac.id/index.php/jip/article/view/5
<p><em>Kemampuan kognitif yang harus dimiliki anak usia 5-6 tahun anak sudah mampu memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan cara mengklasifikasikan benda berdasarkan warna, bentuk dan ukuran 3 variasi, mengenal pola ABCD-ABCD, dan mengurutkan benda berdasarkan ukuran dari paling kecil ke paling besar atau sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan anak dalam bermain pola usia 5-6 tahun di TK IT Azkia Cadek Kecamatan Bitussalam Aceh Besar. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian eksperimen. Data yang digunakan adalah data kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 20 orang anak, terdiri dari 5 laki-laki dan 15 perempuan. Data diambil menggunakan hasil dari Lembaran Kerja Peserta Didik (LKPD). Disimpulkan berdasarkan analisis data diperoleh bahwa perkembangan kognitif anak dalam membuat pola, 1) melalui kegiatan mewarnai 13 dari 20 orang anak berhasil membuat pola AB-AB, 2) melalui kegiatan menempel 15 dari 20 orang anak berhasil membuat pola AB-AB, 3) melalui kegiatan meronce 18 dari 20 orang anak berhasil membuat pola ABC-ABC, 4) bermain pola dapat melatih kemampuan motorik dan perkembangan sosial emosional anak.</em></p>Adelfa Yuriansa
Hak Cipta (c) 2022 Teungku :Jurnal Islam Pesantren, Pendidikan dan sosial
2022-08-112022-08-1111