Deviant Thought Movement in Malaysia: Factor Analysis, Spread and Preventive Action

Penulis

  • Noor Adiba binti Darhman Faculty of Islamic Studies, Tuanku Syed Sirajuddin International Islamic University (UniSIRAJ), Malaysia

Kata Kunci:

Heretical Teachings, Fatwa, Faith, Society

Abstrak

Heretical teachings are a phenomenon that has existed since the early development of Islam and continue to pose a serious threat to the faith of Muslims, particularly in Malaysia. In the current context, the spread of deviant beliefs has become increasingly alarming due to globalization and advances in digital technology. Despite various efforts through the issuance of fatwas and the enforcement of sharia law, this issue remains difficult to contain. This study aims to identify the main factors behind the emergence of deviant thought movements in Malaysia, examine their prevalence patterns particularly through social media and cyberspace, analyze the negative implications for individuals and society, and propose effective prevention strategies. A qualitative approach is used through library research, involving content analysis of scientific sources, official documents, fatwas, and related past studies. Findings show that the main factors driving heresy include a lack of religious knowledge, the influence of charismatic leaders, and the misuse of digital media. Religious institutions such as JAKIM, the State Islamic Religious Departments, and the Mufti Departments are identified as critical pillars in enforcement and monitoring efforts.

Abstak

Ajaran sesat merupakan fenomena yang telah ada sejak awal perkembangan Islam dan terus menjadi ancaman serius bagi keimanan umat Muslim, khususnya di Malaysia. Dalam konteks kekinian, penyebaran ajaran sesat semakin mengkhawatirkan akibat pengaruh globalisasi dan kemajuan teknologi digital yang memudahkan penyebaran kepercayaan menyimpang secara cepat dan terselubung. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan melalui penerbitan fatwa dan penegakan hukum syariah, isu ini masih sulit dikendalikan dan menimbulkan tantangan besar bagi otoritas keagamaan. Studi ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor utama kemunculan gerakan pemikiran sesat di Malaysia, mengkaji pola penyebarannya melalui media sosial dan dunia maya, menganalisis dampak negatifnya terhadap individu dan masyarakat, serta mengusulkan strategi pencegahan yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis pustaka terhadap sumber-sumber ilmiah, dokumen resmi, fatwa, dan kajian terdahulu yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa faktor utama kemunculan ajaran sesat meliputi minimnya pengetahuan agama, pengaruh pemimpin karismatik, dan penyalahgunaan media digital. Peran institusi keagamaan seperti JAKIM, Jabatan Agama Islam Negeri, dan Jabatan Mufti diidentifikasi sebagai pilar penting dalam upaya penegakan dan pemantauan. Studi ini juga mengidentifikasi beberapa contoh ajaran sesat di Malaysia beserta langkah-langkah pencegahan yang menekankan penguatan pendidikan agama, pemantauan media, dan kolaborasi terpadu antara institusi keagamaan, pemerintah, dan masyarakat.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-06-09