Adaptasi Kegiatan Keagamaan Masjid Al-Alawy Banjarmlati terhadap Perubahan Budaya Lokal-Global yang Dipengaruhi Media Sosial

Penulis

  • Zainal Mustofa Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Indonesia
  • Anta Gusnanda Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Indonesia
  • Muhammad Izzul Islami Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Indonesia

Kata Kunci:

Adaptasi Keagamaan, Masjid, Media Sosial, Budaya Lokal-Global

Abstrak

Perkembangan media sosial telah mendorong terjadinya perubahan budaya lokal-global yang turut memengaruhi praktik keagamaan di tingkat komunitas. Masjid tidak lagi hanya berfungsi sebagai ruang ibadah ritual, tetapi juga sebagai agen sosial dan kultural yang dituntut beradaptasi dengan dinamika budaya digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk adaptasi kegiatan keagamaan Masjid Al-Alawy Banjarmlati dalam merespons pengaruh media sosial terhadap perubahan budaya lokal-global, sekaligus mengidentifikasi peran masjid dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif mengikuti model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Al-Alawy mengadaptasi kegiatan keagamaannya melalui dua jalur komplementer: mempertahankan pengajian kitab kuning sebagai inti tradisi keilmuan Islam klasik, dan memanfaatkan platform digital seperti WhatsApp serta YouTube untuk memperluas jangkauan dakwah. Adaptasi ini bersifat kontekstual dan seimbang, menempatkan media sosial sebagai sarana pendukung, bukan pengganti praktik keagamaan tatap muka. Penelitian ini menegaskan bahwa keseimbangan antara tradisi dan inovasi memungkinkan masjid tetap relevan di tengah arus budaya digital global tanpa kehilangan akar budaya lokal.

Abstract

The rapid development of social media has contributed to local-global cultural transformations that significantly influence religious practices at the community level. Mosques are no longer merely spaces for ritual worship; they have increasingly functioned as social and cultural agents required to adapt to the dynamics of digital culture. This study analyzes the forms of adaptation of religious activities at Masjid Al-Alawy Banjarmlati in response to the influence of social media on local-global cultural change, while identifying the mosque’s role in sustaining religious values and local cultural traditions. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings reveal that Masjid Al-Alawy adapts its religious activities through two complementary pathways: maintaining the classical Islamic scholarship tradition of kitab kuning recitation, and utilizing digital platforms such as WhatsApp and YouTube to extend the reach of da’wah. This adaptation is contextual and balanced positioning social media as a supplementary medium rather than a substitute for face-to-face religious practice. This study underscores that a balanced integration of tradition and innovation enables mosques to remain relevant amid global digital culture without losing their local cultural identity.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-06-09